Tampilkan postingan dengan label police. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label police. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2009

Ketika sang Bhayangkara sudah tidak dipercaya...

Pernah ga ngerasain kalau liat polisi di jalan rasanya gimana gitu..adrenalin yang mengalir kencang, keringat dingin, wajah pucat, pura-pura ga liat, dst, dsb..pokoknya membuat perasaan ga enak lah..Atau pernah dengar ga kalau ada anak-anak yang nakal pasti orangtua nya bilang "ayo..nanti ditangkap polisi ya..", atau sering juga ada ungkapan, "kalau hilang kambing melapor ke polisi malah bisa nambah ilang kerbau". Bahkan salah seorang teman menulis di statusnya "Kalau polisi tidak dapat dipercaya lagi, kemana diriku harus mengadu.....jika kejahatan terjadi di muka bumi ini?haruskah aku mengadu kepada Power Rangers, Satria Baja Hitam, Pahlawan Bertopeng, Batman ataukah Superman, mungkinkah Spiderman?......"

Itu semua kayanya udah jadi jadi suatu pandangan yang umum di masyarakat tentang polisi. kalau bisa semua hal yang ga baik, jelek, korup, brutal, anarkis digabungin jadi satu, diblender, itulah polisi. apalagi sekarang lagi ngetrend-ngetrendnya ungkapan cicak vs buaya. Padahal dalam tubuh KPK sendiri (yang dianalogikan sebagai cicak) isinya juga polisi dan ada juga jaksanya, sebagian dari mereka dididiknya di Lembaga Pendidikan Polri juga, oleh instruktur yang sama dengan peserta didik yang dari Polri juga, yang mungkin bisa diartikan menyusu pada ibu yang sama.

Memang image-image yang tidak baik tadi munculnya juga dari perilaku oknum-oknum yang ada ditubuh polisi juga. Tapi apakah perilaku yang seperti itu menjadi sebuah stigma yang tetap melekat di tubuh para penegak hukum ini?

Polisi sekarang terus berbenah, dan itu memang tidak mudah. Mengubah suatu kultur yang telah lama terbentuk adalah suatu kondisi yang tidak mudah. Begitu juga dengan mengubah stigma masyarakat terhadap polisi. tapi kami terus berbenah. Perubahan tidak hanya akan dijadikan slogan dan kata-kata penghibur luka bagi masyarakat.

Kembali ke kisruh antara KPK dengan Polisi. Sekarang semua orang rasanya memiliki kepentingan untuk berbicara. Semuanya merasa memiliki kewenangan untuk menjudge pihak lain, dan moment ini benar-benar ditangkap dengan baik oleh rekan-rekan media. Kita para penonton menjadi bingung, dan kadang terbawa arus untuk ikut-ikutan menjudge pihak-pihak tertentu.

Wajar masyarakat merasa marah. KPK selama ini adalah pahlawan pemberantas Korupsi bagi negara ini. Merekalah yang diharapkan untuk mengusut tuntas kasus-kasus korupsi di negara ini. Tapi apakah itu sudah merupakan jaminan bahwa orang-orang yang duduk disana tidak mungkin berbuat kesalahan? Bukankah kita semua mempunyai potensi untuk berbuat kesalahan??

marilah kita semua coba merenungkan, mengertikah kita sebenarnya apa yang tengah terjadi sekarang?apakah kita mengetahui detil-detil penyelidikan dan penyidikan yang sedang dijalankan?kalau kita memang tidak mengerti, maka lebih baik diam dan perhatikan, karena kebenaran pasti akan terkuak. bagaimana pun disembunyikan bau busuk pastia akan tercium. kalau memang polisi yang salah dalam melakukan penyidikan, saya rasa para pimpinan pasti secara gentle akan mengakuinya, tapi kalau memang ada kesalahan dari pihak-pihak yang dipidanakan mari kita telaah lagi, kita ini manusia, bukan malaikat yang bersih dari dosa.

mari kita duduk bersama, cari jalan terbaik supaya bangsa ini bisa kembali menemukan marwahnya. mari kita saling menghargai satu sama lain.

pernahkah kita melihat polisi yang menjaga jalan tidak sebagai hantu jalanan penerima pungli. pernahkah kita memikirkan keluarga yang ditinggalkan di rumah, anak yang mungkin hanya melihat bapaknya di jalan bukannya di rumah.

pernahkah kita tau bagaimana perasaan keluarga polisi yang ditinggal untuk mengamankan daerahnya, melayani masyarakat, sementara keluarganya sendiri mungkin tidak sempat dilayani..atau mereka yang berhadapan dengan kriminal-kriminal yang meresahkan masyarakat, tidak pulang siang malam, atau mereka yang dikirim ke daerah operasi...

tapi apakah kami pernah berdemo/protes pada saat teman kami gugur di medan tugas karena ditikam oleh pelaku kriminal, atau mereka yang cacat karena terkena tembakan senpi rakitan. atau istri-istri yang menjada,anak-anak yang menjadi yatim/piatu karena orangtuanya gugur pada saat melaksanakan tugas...TIDAK!!!!KAMI MENERIMA SEMUA ITU DENGAN IKHLAS!!!! karena kami sadar, inilah tugas dan tangung jawab kami kepada bangsa ini....
kami sadar..kami belum menjadi pelayan, pengayom, dan pelindung yang baik bagi masyarakat, tapi setidaknya kami terus berusaha.
Maka dukunglah kami, jangan dengan cemoohan, tapi percayalah pada kami, karena kami terus mencoba menjadi lebih baik...