Sabtu, 19 Desember 2009

partisipasi masyarakat dan hubungannya dengan kinerja petugas kepolisian

Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dan kaitan tugasnya sebagai penegak hukum adalah hamba hukum yang paling banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Prof. Achmad Ali dalam salah satu kolomnya di sebuah surat kabar harian di makassar pernah mengutip pemikiran Prof Satjipto Raharjo bahwa "polisi penegak hukum kelas jalanan, sedangkan jaksa, advokat dan hakim adalah penegak hukum kelas gedongan".
pemikiran ini tentunya didasari oleh sebuah pandangan akan tugas kepolisian yang turun langsung dalam menjaga agar kehidupan masyarakat tetap dalam koridor hukum yang berkeadilan dan selalu dalam suasana kondusif.
dalam menjalankan tugasnya menangani suatu laporan maupun kejadian tindak pidana pasti polisi akan menemui ada keterlibatan masyarakat didalamnya, apakah sebagai pelapor/korban,terlapor/pelaku dan saksi. seringkali kendala yang dihadapi oleh petugas adalah minimnya masyarakat yang mau menjadi saksi. hal ini mungkin terjadi karena minimnya pengetahuan masyarakat terhadap perlindungan saksi korban. padahal adanya saksi merupakan faktor penting dalam mengungkap sebuah kasus tindak pidana, karena keterangan saksi sesuai dengan pasal 184 kuhap adalah satu dari 5 alat bukti yang sah.
dari pengalaman saya, yang masih sangat sedikit, selama bertugas sebagai seorang perwira polisi, masyarakat yang dijumpai di TKP sering kali enggan memberikan jawaban yang pasti pada saat dimintai keterangan, alasannya mulai dari, "saya baru saja datang pak; tidak saya lihat kejadiannya pak; saya tidak dengar pak" walaupun masih ada juga masyarakat yang dengan mulia bersedia menjadi saksi. yang disayangkan adalah, mereka yang tidak mau menjadi saksi ini kemudian berbicara di belakang apalagi bila ditambahi dengan bumbu-bumbu penyedap agar ceritanya makin panas dan terkadang disampaikan ke rekan-rekan yang terkadang entah tidak mengerti atau tidak mau mengerti tentang proses penyidikan sehingga akhirnya terciptalah opini-opini yang berbeda di masyarakat. memang salah satu kelebihan dari masyarakat kita adalah kepintarannya dalam menciptakan opini yang kemudian mengarahkan pemikiran publik. dan Indonesia akan dengan senang memberikan apresiasinya terhadap opini-opini settingan seperti sinetron tersebut.
banyak macam usaha sebenarnya telah digunakan oleh kepolisian untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membantu kinerja kepolisian, salah satunya adalah perpolisian masyarakat. tapi entah kenapa gaungnya hanya terasa di beberapa kota saja. padahal bila dicermati, program Polmas ini yang katanya berkiblat ke sistem perpolisian di jepang adalah salah satu sarana yang sangat baik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu kinerja kepolisian yang feed back nya tentu saja dirasakan kembali oleh masyarakat. sebab tanpa bantuan masyarakat sangat mustahil program-program polisi sehebat apapun dapat dijalankan dengan baik.
perlu diingat kembali, polisi ada karena masyarakat. kemudian bagi masyarakat yang merasa HAM nya diganggu selama pihak kepolisian melaksanakan tugasnya, selama itu dalam prosedur maka marilah kita sadari, mungkin sudah ada HAM orang lain yang terlebih dahulu anda ganggu. mari kita bercermin pada diri masing-masing, supaya Indonesia bisa lebih baik, amien.

Selasa, 08 Desember 2009

Distorsi
oleh: Ahmad Band

Maunya Selalu Memberantas Kemiskinan

Tapi Ada Yang Selalu Kuras Uang Rakyat

Ada Yang Sok Aksi Buka Mulut Protas Protes

Tapi Sayang Mulutnya Selalu Beraroma Alkohol

Reff :

Yang Muda Mabuk, Yang Tua Korup 2x

Korup Terus, Mabuk Terus

Jayalah Negeri Ini, Jayalah Negeri Ini

(Merdeka...!!)


Maunya Selalu Menegakkan Keadilan

Tapi Masih Saja Ada Sisa Hukum Rimba

Ada Yang Coba - Coba Sadarkan Penguasa

Tapi Sayang Yang Coba Sadarkan

Sadar Aja Nggak Pernah


Setiap Hari Mabuk....

Ngoceh Soal Politik

Setiap Hari Korup

Ngoceh Soal Krisis Ekonomi


Perut Kekenyangan Bahas Soal Kelaparan

Kapitalis Sejati Malah Ngomongin Soal Keadilan Sosial


Selalu Monopoli!

Ngoceh Soal Pemerataan

Setiap Hari Tucau

Ngoceh Soal Kebobrokan
Malam gini masih di kantor...nyelesaiin tanda tangan berkas yang untuk program kerja 100 hari.
kadang suka mikir, susah juga y ngerubah kultur. aku udah kasih tau berulang kali untuk ngerjain tugas yang aku kasih, tapi jadinya mungkin masih nunggu kucing betanduk.
btw, tadi temenku simbolon masuk rumah sakit, demam, moga-moga bukan demam berdarah. nyokap masih dirumah sakit, kena DB. semoga cepat sembuh ya ma....amien.
mikirin kerjaan, kadang bingung juga, abis yang harus diomongin orang yang jauuuuh banget lebih tua, tapi ya mau apa, aku kan tua di pangkat, tapi ya itu susah nya, susah banget ngejar-ngejarnya.
besok mau demo besar-besaran katanya, memperingati hari korupsi..jadi teringat lagu ahmad band, yang tua korup yang muda mabuk, jayalah negeri ini..jayalah negeri ini....ya..insya Allah besok semuanya bisa berjalan lancar aja deh...amien...

Sabtu, 05 Desember 2009

Ketika sang Bhayangkara sudah tidak dipercaya_2

Tadi pas gw baru connect ke internet seperti biasa langsung ada windows yahoo g lama abis YM gw connect, Sempet kaget karena tiba - tiba ada berita tentang seorang kasat lantas yang diusulkan pecat oleh IPW karena ngatain anggota dewan jadi anggota hewan, beritanya bisa dilihat di http://id.news.yahoo.com/dtik/20091204/tpl-ipw-desak-akp-tri-laksono-dipecat-da-b28636a.html
Sebenarnya aku juga g ngerti dasar apa AKP Tri Laksono tersebut sampai melakukan hal tersebut dan aku juga ga akan berspekulasi tentang hal tersebut,karena kalau kita berkomentar tanpa tau permasalahan malah akan memperumit masalah. Tapi apa pun sebab terjadinya peristiwa tersebut semoga semuanya bisa cepat dijernihkan.
Yang pengen aku bahas sekarang masih tentang pandangan masyarakat terhadap Institusi Polri. Miris rasanya membaca komentar-komentar tentang berita tersebut yang langsung mengeneralisir seluruh Polri. malah ada salah satu komentar yang singkat tapi cukup menyakitkan yang bunyi nya "Polisi..hueeekkk"
kalau membaca komentar-komentar tersebut jelas sekali terbaca kalau betapa tidak sukanya masyarakat (atau mungkin hanya segelintir) dengan keberadaan polisi ditengah-tengahnya. polisi dianggap begitu menjijikkan sehingga apa pun yang dilakukan polisi dia anggap menjijikkan, tapi sekali lagi, ini adalah resiko dinas, jadi terima dengan hati yang lapang dan senyum saja..
cerita tentang kejadian yang lain lagi, tadi sore aku tabrakan, dengan motor, aku naik mobil temanku yang dibawa oleh juniorku, aku ga akan membenarkan tindakan ku disini, ataupun mencari pembenaran pada kami, aku hanya menyayangkan tindakan masyarakat yang menurutku tidak perlu dilakukan bila kita bisa tetap berkepala dingin dan betapa kulihat tadi contoh bahwa polisi sepertinya memang tidak ada lagi harganya di depan masyarakat.sesaat setelah terjadi kecelakaan pemilik motor yang menjadi lawan dalam kecelakaan tersebut langsung mendatang kaca sebelah supir dan menggebrak kaca,aku ga ngerti apa ini memang kulturnya dia, karena berapa hari sebelumnya aku juga ada melihat orang yang kecelakaan kejadiannya seperti itu juga, digebrak kacanya.kemudian pada saat sedang mencari jalan tengah aku mengenalkan diri sebagai angota polisi dan menawarkan apakah masalah in kita selesaikan di kantor polisi saja atau langsung disini,tapi malah ada seorang mahasiswa yang dengan nyolotnya langsung mengatakan memang pihak ku yang salah, dan dia bersedia menjadi saksi,sekali lagi, aku ga akan mencari pembenaran dari peristiwa tabrakan tadi...tapi mbok ya dibicarakan dengan akal sehat...
tapi ya sudahlah..yang lalu biarkanlah berlalu dan menjadi pelajaran buat diri kita semoga di depan hari kita sebagai umat manusia dan indonesia sebagai negara bisa menjadi lebih baik.....Amien.....

Ketika sang Bhayangkara sudah tidak dipercaya...

Pernah ga ngerasain kalau liat polisi di jalan rasanya gimana gitu..adrenalin yang mengalir kencang, keringat dingin, wajah pucat, pura-pura ga liat, dst, dsb..pokoknya membuat perasaan ga enak lah..Atau pernah dengar ga kalau ada anak-anak yang nakal pasti orangtua nya bilang "ayo..nanti ditangkap polisi ya..", atau sering juga ada ungkapan, "kalau hilang kambing melapor ke polisi malah bisa nambah ilang kerbau". Bahkan salah seorang teman menulis di statusnya "Kalau polisi tidak dapat dipercaya lagi, kemana diriku harus mengadu.....jika kejahatan terjadi di muka bumi ini?haruskah aku mengadu kepada Power Rangers, Satria Baja Hitam, Pahlawan Bertopeng, Batman ataukah Superman, mungkinkah Spiderman?......"

Itu semua kayanya udah jadi jadi suatu pandangan yang umum di masyarakat tentang polisi. kalau bisa semua hal yang ga baik, jelek, korup, brutal, anarkis digabungin jadi satu, diblender, itulah polisi. apalagi sekarang lagi ngetrend-ngetrendnya ungkapan cicak vs buaya. Padahal dalam tubuh KPK sendiri (yang dianalogikan sebagai cicak) isinya juga polisi dan ada juga jaksanya, sebagian dari mereka dididiknya di Lembaga Pendidikan Polri juga, oleh instruktur yang sama dengan peserta didik yang dari Polri juga, yang mungkin bisa diartikan menyusu pada ibu yang sama.

Memang image-image yang tidak baik tadi munculnya juga dari perilaku oknum-oknum yang ada ditubuh polisi juga. Tapi apakah perilaku yang seperti itu menjadi sebuah stigma yang tetap melekat di tubuh para penegak hukum ini?

Polisi sekarang terus berbenah, dan itu memang tidak mudah. Mengubah suatu kultur yang telah lama terbentuk adalah suatu kondisi yang tidak mudah. Begitu juga dengan mengubah stigma masyarakat terhadap polisi. tapi kami terus berbenah. Perubahan tidak hanya akan dijadikan slogan dan kata-kata penghibur luka bagi masyarakat.

Kembali ke kisruh antara KPK dengan Polisi. Sekarang semua orang rasanya memiliki kepentingan untuk berbicara. Semuanya merasa memiliki kewenangan untuk menjudge pihak lain, dan moment ini benar-benar ditangkap dengan baik oleh rekan-rekan media. Kita para penonton menjadi bingung, dan kadang terbawa arus untuk ikut-ikutan menjudge pihak-pihak tertentu.

Wajar masyarakat merasa marah. KPK selama ini adalah pahlawan pemberantas Korupsi bagi negara ini. Merekalah yang diharapkan untuk mengusut tuntas kasus-kasus korupsi di negara ini. Tapi apakah itu sudah merupakan jaminan bahwa orang-orang yang duduk disana tidak mungkin berbuat kesalahan? Bukankah kita semua mempunyai potensi untuk berbuat kesalahan??

marilah kita semua coba merenungkan, mengertikah kita sebenarnya apa yang tengah terjadi sekarang?apakah kita mengetahui detil-detil penyelidikan dan penyidikan yang sedang dijalankan?kalau kita memang tidak mengerti, maka lebih baik diam dan perhatikan, karena kebenaran pasti akan terkuak. bagaimana pun disembunyikan bau busuk pastia akan tercium. kalau memang polisi yang salah dalam melakukan penyidikan, saya rasa para pimpinan pasti secara gentle akan mengakuinya, tapi kalau memang ada kesalahan dari pihak-pihak yang dipidanakan mari kita telaah lagi, kita ini manusia, bukan malaikat yang bersih dari dosa.

mari kita duduk bersama, cari jalan terbaik supaya bangsa ini bisa kembali menemukan marwahnya. mari kita saling menghargai satu sama lain.

pernahkah kita melihat polisi yang menjaga jalan tidak sebagai hantu jalanan penerima pungli. pernahkah kita memikirkan keluarga yang ditinggalkan di rumah, anak yang mungkin hanya melihat bapaknya di jalan bukannya di rumah.

pernahkah kita tau bagaimana perasaan keluarga polisi yang ditinggal untuk mengamankan daerahnya, melayani masyarakat, sementara keluarganya sendiri mungkin tidak sempat dilayani..atau mereka yang berhadapan dengan kriminal-kriminal yang meresahkan masyarakat, tidak pulang siang malam, atau mereka yang dikirim ke daerah operasi...

tapi apakah kami pernah berdemo/protes pada saat teman kami gugur di medan tugas karena ditikam oleh pelaku kriminal, atau mereka yang cacat karena terkena tembakan senpi rakitan. atau istri-istri yang menjada,anak-anak yang menjadi yatim/piatu karena orangtuanya gugur pada saat melaksanakan tugas...TIDAK!!!!KAMI MENERIMA SEMUA ITU DENGAN IKHLAS!!!! karena kami sadar, inilah tugas dan tangung jawab kami kepada bangsa ini....
kami sadar..kami belum menjadi pelayan, pengayom, dan pelindung yang baik bagi masyarakat, tapi setidaknya kami terus berusaha.
Maka dukunglah kami, jangan dengan cemoohan, tapi percayalah pada kami, karena kami terus mencoba menjadi lebih baik...

Rabu, 11 November 2009

ruangan baru job baru...

Nulis lagi, udah berapa lama ya ga nulis?? Lama banget d kayanya..
Sekarang udah banyak banget yang berubah dari gw, udah nikah, udah pindah kantor, udah pindah ruangan (pastinya)!! n sekarang job descriptionnya lain juga..sekarang JD gw ngurusin orang berantem???!!Ga secara harfiah si, tapi kan beda dengan JD pas gw di narkoba, kalo yang sekarang lebih di reserse umum, btw, FYI, udah ada UU baru tentang Narkotika lho, UU no. 35 tahun 2009, berlaku mulai 12 oktober 2009. Hukumannya jadi lebih berat, so keep away from drugs guys!!!

Sekarang gw Kanit Res Polsekta Rappocini Polresta Makassar Timur, kantornya ga jauh si dari kantor yang lama, cuma nyebrang jalan aja, tapi disini juga masih numpang sama kantor lurah balaparang..Miris ga sih, polisi kantornya masih numpang??
tapi yang penting kan katanya pelaksanaan tugas aja dulu.

Selama gw ngejabat Kanit Res, kurang lebih 3 minggu ini, tahanan gw 6, 4 nya mahasiswa, dengan rincian 3 kasus penganiayaan 170 KUHP, 1 karena bawa badik (LN), itu artinya???

YA...kayanya sekarang gw bakalan banyak nulis tentang suka dukanya jadi kanit res polsek yang ada di tengah kota, tapi kantornya aja masih numpang...

Yang penting... KRU SEUMANGAT!!!!!

Minggu, 26 Juli 2009

banyak lho yg pengen jadi kaya kita...

Pernah g kita nyadar sebenarnya banyak banget yang pengen jadi kaya kita...
entah punya pekerjaan kaya kita, punya keahlian kaya kita,punya kelebihan kaya kita,dst,dst,dst...
tapi sering kita g sadar dengan itu semua...
Kita, termasuk gw disini sering kali mengeluh dengan apa yang kita punya, kita g sadar denga berkah yang udah Tuhan kasih ke kita...gw sering ngeluh, dijabatan yg sekarang gw ngerasa ini lah, itu lah...pokoknya kalo lagi ngumpul ada aja baan yang buat gw keluhkan sama temen, junior ato senior...padahal masih banyak diluar sana yang jangan kan punya jabatan, punya kerjaan aja nggak.
kaya pengalaman gw brapa minggu ini, ada yang ngaku senior dari angkatan udara, ngakunya pilot, padahal sebenarnya dia ATC, suatu pekerjaan yang bagus juga sebenarnya..lulusan curug lagi..kurang apa si...tapi ya itu tadi, kita sering g bangga dengan diri kita sendiri...